Butuh bantuan?
WhatsApp Icon
Chat Kami Sekarang
Memeriksa status...
  • SYABAABUL FIKRI
  • Training & Sertification Center
  • info@syabaabulfikri.com
  • 0821-2002-7956 / (0265) 7580251
  • RSS
  • Pencarian

Dilarang Ayah Kuliah, Rif'an Bisa Lulus UGM dan Lanjut S2-S3 dengan LPDP

Tasikmalaya – Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria asal Pleret Bantul, Yogyakarta, pernah menghadapi penolakan dari ayahnya sendiri ketika memutuskan untuk kuliah. Rif’an diterima di Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 2012, namun sang ayah menentang keputusannya karena alasan ekonomi. Dengan enam adik yang masih kecil dan kedua orang tua yang memiliki penghasilan terbatas—ayah sebagai guru mengaji panggilan dan ibu sebagai ibu rumah tangga—orang tua Rif’an merasa tidak mampu membiayai sekolah tinggi anak-anaknya.

Meski demikian, Rif’an tetap gigih mengejar pendidikan. Bagi Rif’an, kuliah bukan sekadar mimpi pribadi, melainkan juga cara untuk membantu keluarga dan membuka peluang hidup lebih baik bagi adik-adiknya. Sejak bangku sekolah hingga kuliah, ia terbiasa mencari pekerjaan sampingan untuk menopang kehidupan sehari-hari.

Hari-hari awal di UGM tidak mudah. Rif’an mendapat beasiswa Bidikmisi yang membantu kebutuhan sehari-hari, tetapi ia tetap harus mengatur keuangan dengan cermat. Ia aktif di berbagai organisasi kampus, sebagian untuk memperluas jaringan, dan sebagian lagi karena alasan sederhana: bisa ikut makan saat ada kegiatan kepanitiaan. “Saya suka ikut kegiatan karena tahu ada konsumsi,” kenangnya sambil tersenyum.

Di saat kondisi keuangan terbatas, Rif’an harus sangat berhemat untuk makan. Dengan uang sekitar Rp 4.000, ia biasanya membeli nasi, sayur, dan satu gorengan. “Yang penting makan,” ujarnya.

Usaha dan ketekunan Rif’an membuahkan hasil. Ia berhasil menyelesaikan S1 di UGM, melanjutkan S2 di Amerika Serikat, dan kini sedang menempuh jenjang doktoral di Belanda, berkat dukungan beasiswa LPDP yang memfasilitasi pendidikan lanjutannya. Perjalanan Rif’an menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa tekad dan kerja keras mampu mengatasi keterbatasan awal kehidupan.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bupati Bandung: Dana BOSP Jadi Solusi Gaji 4.360 PPPK PW

Bandung – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kabupaten Bandung kini mendapat kepastian gaji melalui Dana Bantua

14/03/2026 16:48 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 288 kali
Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi

Tasikmalaya – Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi dengan perangkat elektronik, internet, dan media sosial, masyarakat Indonesia ternyata masih menunju

14/03/2026 16:47 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 285 kali
Katanya Paling Medsos, Siapa Sangka Gen Z Punya Minat Baca Tinggi

Tasikmalaya – Di tengah stereotip bahwa Generasi Z sangat lekat dengan media sosial dan budaya scroll, data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda. Survei Jak

14/03/2026 16:43 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 271 kali
Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas

Tasikmalaya – Seorang entrepreneur muda bernama Nathania Tifara berhasil mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel. Perjalanan hidupnya tidak mudah. Ia ke

14/03/2026 16:41 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 359 kali
Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Lingkungan Pendidikan Dinilai Belum Sepenuhnya Aman

Tasikmalaya, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menc

12/03/2026 13:02 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 260 kali
Gandeng Yayasan Benih Baik, KFC Salurkan Donasi Rp415 Juta untuk Renovasi SDN Banjarwangi

Tasikmalaya, KFC Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp415 juta untuk mendukung renovasi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini dilakukan

12/03/2026 12:56 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 299 kali
Ratusan Guru Program Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

Tasikmalaya, Program Sekolah Rakyat mulai menempatkan ratusan tenaga pengajar di berbagai daerah setelah proses seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan. Berdasarkan data dari Kemente

12/03/2026 12:53 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 230 kali
Siswa Makin Sering Bermain HP di Sekolah, Studi: Konsentrasi Menurun

Jakarta – Di era digital saat ini, ponsel pintar atau smartphone seolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar. Studi terbaru mengungkapkan

12/03/2026 12:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 248 kali
Zonasi & Kurikulum Berubah Lagi? Orang Tua Resah, Siswa Jadi Korban Sistem

Jakarta, 2026 — Polemik dunia pendidikan kembali memanas setelah kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia memicu perdebat

03/03/2026 16:51 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 242 kali
Gelombang AI Masuk Sekolah: Siswa Makin Cerdas atau Makin Ketergantungan?

Jakarta, 2026 — Ruang-ruang kelas di Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu siswa mengandalkan buku paket dan mesin pencari, kini banyak yang menggunakan kecerdasan

03/03/2026 16:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 215 kali