Butuh bantuan?
WhatsApp Icon
Chat Kami Sekarang
Memeriksa status...
  • SYABAABUL FIKRI
  • Training & Sertification Center
  • info@syabaabulfikri.com
  • 0821-2002-7956 / (0265) 7580251
  • RSS
  • Pencarian

Sosok Nathania, Teman Tuli yang Dirikan Penerbit dan Toko Buku Anak Ramah Disabilitas

Tasikmalaya – Seorang entrepreneur muda bernama Nathania Tifara berhasil mendirikan penerbitan buku anak yang ramah difabel. Perjalanan hidupnya tidak mudah. Ia kehilangan pendengaran saat berusia 2 tahun akibat virus meningitis yang melanda Amerika Serikat pada 1990, ketika ia dan keluarganya tinggal di sana.

Dua tahun kemudian, saat usianya menginjak 4 tahun, Nathania menjalani operasi pemasangan cochlear implant. Alat berbasis teknologi tersebut membantunya kembali mengakses suara, meskipun tidak sepenuhnya mengembalikan kemampuan pendengarannya.

Menurut Nathania, cochlear implant memungkinkan penyandang tuli untuk mendengar, namun dengan keterbatasan tertentu. Tanpa alat tersebut, ia mengaku tetap tuli total. Ia juga harus terus berlatih mendengar karena alat itu hanya terpasang di satu sisi dengan kemampuan sekitar 40–50 persen lebih rendah dibandingkan pendengaran orang pada umumnya.

Kondisi itu membuat pengalaman mendengarnya seperti suara mono, rentan terganggu di ruang ramai, serta membutuhkan latihan terus-menerus agar otaknya dapat menerjemahkan suara dengan baik. Dari pengalaman tersebut, Nathania belajar membaca situasi dengan mengandalkan ekspresi wajah, gerak tubuh, serta konteks percakapan.

Proses belajar di bangku kuliah

Sejak awal, Nathania terbuka mengenai kondisinya kepada teman, guru, dan dosen. Ia menjelaskan keterbatasan pendengarannya bukan untuk meminta perlakuan khusus, melainkan agar lingkungan sekitarnya memahami kebutuhan pendengarannya yang berbeda.

Dalam proses belajar, ia menerapkan berbagai strategi agar kegiatan akademik tetap berjalan lancar. Ia sering duduk di bangku depan, memanfaatkan catatan teman, serta berdiskusi dalam kelompok kecil untuk membantu memahami materi.

Tantangan terbesar muncul saat ia menempuh program Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM). Ketika perkuliahan dilakukan secara daring akibat pandemi, ia menggunakan bantuan juru tulis—terkadang teman atau suaminya—untuk merangkum materi kuliah.

Melalui pengalaman tersebut, Nathania menyadari bahwa kelancaran proses belajar tidak hanya bergantung pada kemampuan individu, tetapi juga pada kerja sama dan kesiapan lingkungan untuk beradaptasi. Ketika kebutuhan dikomunikasikan dengan jelas dan lingkungan memberikan ruang, proses belajar dapat berlangsung lebih setara.

Mendirikan Guru Bumi

Inspirasi mendirikan penerbitan buku anak datang dari kenangan masa kecilnya. Ibunya sering membawakan buku-buku anak dengan visual yang kuat dan cerita yang membantu proses tumbuh kembangnya.

Pengalaman tersebut menumbuhkan kesadaran bahwa masih terbatas media edukasi yang relevan dengan konteks anak Indonesia, khususnya yang ramah bagi anak dengan kebutuhan khusus.

Karena itu, Nathania kemudian mewujudkan gagasannya dengan mendirikan penerbitan buku anak sebagai ruang belajar, membaca, dan bertumbuh bersama, dengan buku sebagai medium utama yang bermakna.

 

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Bupati Bandung: Dana BOSP Jadi Solusi Gaji 4.360 PPPK PW

Bandung – Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (PPPK PW) guru dan tenaga kependidikan (GTK) di Kabupaten Bandung kini mendapat kepastian gaji melalui Dana Bantua

14/03/2026 16:48 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 288 kali
Indonesia Salip Korsel dalam Minat Baca, Gramedia Semangat Buka Toko Buku Lagi

Tasikmalaya – Di tengah kehidupan yang semakin terdigitalisasi dengan perangkat elektronik, internet, dan media sosial, masyarakat Indonesia ternyata masih menunju

14/03/2026 16:47 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 287 kali
Dilarang Ayah Kuliah, Rif'an Bisa Lulus UGM dan Lanjut S2-S3 dengan LPDP

Tasikmalaya – Ahmad Rif’an Khoirul Lisan, pria asal Pleret Bantul, Yogyakarta, pernah menghadapi penolakan dari ayahnya sendiri ketika memutuskan untuk kulia

14/03/2026 16:44 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 326 kali
Katanya Paling Medsos, Siapa Sangka Gen Z Punya Minat Baca Tinggi

Tasikmalaya – Di tengah stereotip bahwa Generasi Z sangat lekat dengan media sosial dan budaya scroll, data terbaru justru menunjukkan gambaran berbeda. Survei Jak

14/03/2026 16:43 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 272 kali
Kasus Kekerasan di Sekolah Meningkat, Lingkungan Pendidikan Dinilai Belum Sepenuhnya Aman

Tasikmalaya, meningkatnya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan di Indonesia kembali menjadi perhatian serius. Laporan terbaru dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) menc

12/03/2026 13:02 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 262 kali
Gandeng Yayasan Benih Baik, KFC Salurkan Donasi Rp415 Juta untuk Renovasi SDN Banjarwangi

Tasikmalaya, KFC Indonesia menyalurkan bantuan dana sebesar Rp415 juta untuk mendukung renovasi ruang kelas di SDN Banjarwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Program ini dilakukan

12/03/2026 12:56 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 301 kali
Ratusan Guru Program Sekolah Rakyat Mengundurkan Diri

Tasikmalaya, Program Sekolah Rakyat mulai menempatkan ratusan tenaga pengajar di berbagai daerah setelah proses seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan. Berdasarkan data dari Kemente

12/03/2026 12:53 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 230 kali
Siswa Makin Sering Bermain HP di Sekolah, Studi: Konsentrasi Menurun

Jakarta – Di era digital saat ini, ponsel pintar atau smartphone seolah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi para pelajar. Studi terbaru mengungkapkan

12/03/2026 12:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 248 kali
Zonasi & Kurikulum Berubah Lagi? Orang Tua Resah, Siswa Jadi Korban Sistem

Jakarta, 2026 — Polemik dunia pendidikan kembali memanas setelah kebijakan terbaru dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia memicu perdebat

03/03/2026 16:51 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 244 kali
Gelombang AI Masuk Sekolah: Siswa Makin Cerdas atau Makin Ketergantungan?

Jakarta, 2026 — Ruang-ruang kelas di Indonesia sedang mengalami perubahan besar. Jika dulu siswa mengandalkan buku paket dan mesin pencari, kini banyak yang menggunakan kecerdasan

03/03/2026 16:49 - Oleh Syabaabul Fikri Academy - Dilihat 215 kali